Katanya, memelihara hewan itu ribet karena bisa mendatangkan dampak buruk bagi manusia. Apalagi kucing yang merupakan hewan berbulu. Banyak orang beranggapan bahwa bulu kucing buruk bagi kesehatan, sehingga mereka pikir-pikir lagi untuk memelihara kucing di rumah.
Tapi jangan salah, memelihara kucing justru punya mannfaat baik bagi kesehatan tubuh. Pernyataan ini tidak asal diungkapkan, tapi sudah melalui penelitian oleh para ahli. Apa sajakah manfaat baik dari memelihara hewan lucu yang satu ini?
- Membuat pemiliknya lebih disiplin
- Kucing adalah hewan yang mudah merasa lapar dan menyukai tempat bersih. Dengan memelihara kucing, lama kelamaan kita akan terbiasa memberinya makan tepat waktu dan membersihkan kotak kotorannya. Kucing akan segera merasa tidak nyaman dengan kandang atau kotak kotorannya yang kotor. Ia akan terus mendekati kita dan bertingkah seakan minta tolong untuk dibersihkan kandangnya.
2. Menurunkan kadar stres dan tekanan darah

Dilansir dari Health Fitness, sebuah penelitian yang dilakukan di University of Minnesota’s Stroke Institute Minneapolis melaporkan bahwa memelihara kucing dapat meredam potensi kenaikan tekanan darah sampai 30-40%. Interaksi antara pemilik dengan kucingnya menimbulkan rasa tenang dan bahagia, sehingga kadar stres dapat diredam. Dengan terjaganya tekanan darah dan kadar stres, si pemilik akan jauh dari potensi penyakit jantung dan stroke.
Kolaborasi antara rasa tenang, bahagia, dan gemas pada tingkah laku si kucing, merangsang pengeluaran hormon oksitosin dalam tubuh manusia. Hormon ini juga diproduksi oleh tubuh ibu hamil yang sedang menjalani proses persalinan sehingga tidak terlalu merasakan sakit.
3. Meredakan rasa gundah dan sedih pada wanita

Wanita adalah makhluk yang mudah merasa gundah dan sedih, karena ia lebih banyak menggunakan perasaan ketimbang logika dalam kehidupan sehari-hari. Nah, ternyata memelihara kucing dapat membantu kaum wanita meredakan rasa sedih dan gundahnya.
Rata-rata wanita yang sedang bermasalah ingin menumpahkan keluh kesahnya tapi tanpa diberikan tanggapan apa-apa. Jika bercerita pada manusia, tentu harus siap mendengar tanggapan yang belum tentu sesuai dengan keinginan kita. Dengan bercerita pada kucing atau cukup menghabiskan waktu bermain bersama si meong, bisa sedikit demi sedikit menghilangkan rasa gundah.
4. Dengkuran kucing baik untuk terapi penyembuhan tulang dan otot

Pernahkah mendengar kucing mengeluarkan suara seperti mendengkur padahal ia tidak sedang tidur? Suara dengkuran kucing ini ternyata bermanfaat sebagai penyembuhan therapeutic pada tulang dan otot manusia.
Dilansir dari Sindo, frekuensi getaran yang dihasilkan dengkuran kucing berada pada 20-140 Hz yang berdasarkan penelitian para ahli mampu menstimulus sendi dan otot yang tegang agar rileks kembali. Wah, baik banget, ya ternyata si meong ini!
Selain itu, kucing hanya akan mengeluarkan suara dengkuran pada manusia yang sudah membuatnya nyaman. Jadi berbahagialah kamu jika kucing peliharaanmu mengeluarkan suara dengkuran. Itu tandanya ia sudah merasa nyaman denganmu dan ingin membantumu merelaksasi tubuh yang lelah.
5. Menolong anak-anak dengan gejala autisme

Pada anak-anak yang mulai menunjukkan gejala autisme, rupanya kucing juga memberikan manfaat baik. Anak yang mengalami gejala atau sudah menderita autisme, cenderung sulit diterima masyarakat karena tingkah lakunya yang tidak biasa. Dilansir dari Mentalfloss, membiarkan anak pre-autism dan post-autism bermain dengan kucing dapat menstimulasi saraf mereka menjadi lebih stabil.
Setelah mengetahui manfaat baik dari memelihara kucing, sekarang tidak perlu ragu lagi untuk menjadikannya hewan peliharaanmu. Asalkan dijaga kebersihannya, memelihara kucing justru mendatangkan manfaat baik bukannya penyakit.
Tinggalkan komentar